Buka jam 08.00 s/d jam 16.00, Minggu & Hari Besar Tutup
Beranda » Tips dan Manfaat Madu » Madu Pasteurisasi Aman Untuk Bayi? Tidak Akibatkan Botulinum

Madu Pasteurisasi Aman Untuk Bayi? Tidak Akibatkan Botulinum

Diposting pada 7 April 2018 oleh Madu Asli | Dilihat: 29.333 kali

Madu pasteurisasi telah digunakan oleh banyak pabrik pengolahan madu asli untuk meminimalisir kerugian botol madu meletup atau meledak dengan cara membunuh enzim penghasil gas dan buih.

Madu Pasteurisasi Aman Untuk Bayi

Metode Madu Pasteurisasi?

Madu pasteurisasi merupakan metode pengolahan untuk membunuh enzim di dalam madu. Pasteurisasi merupakan suatu proses pemanasan terhadap makanan maupun minuman pada suhu tertentu dengan tujuan untuk membunuh mikroorganisme yang terdapat dalam makanan maupun minuman tersebut. Penemu dari teknik atau metode pasteurisasi adalah Louis Pasteur, seorang ilmuwan yang berasal dari Perancis dan selesai dengan tes pasteurisasi pertamanya pada tahun 1862.

Tidak semua jenis mikroorganisme dapat dibunuh melalui proses pasteurisasi melainkan jumlahnya yang hanya dikurangi. Agar tetap terjaga kualitasnya, makanan maupun minuman yang telah dipasteurisasi harus segera dikonsumsi sebelum masa kadaluarsa.

Cara Menggunakan Metode Madu Pasteurisasi

Terdapat 3 teknik dalam mempasteurisasi madu untuk membunuh sebagian atau seluruh mikroorganisme dalam madu, yaitu

  1. HTST atau high temperature short time

Teknik yang sering digunakan diberbagai negara, dengan cara pemanasan madu bersuhu kurang lebih 72OC dalam waktu minimal 15 menit.

  1. LTLT atau low temperature long time

Teknik pemanasan madu dengan suhu yang lebih rendah atau kurang dari 63OC namun dengan waktu yang lebih lama yaitu 30 menit.

  1. UHT atau ultra high temperature

Teknik pemanasan madu dengan suhu kurang lebih 135OC dengan waktu yang sangat singkat yaitu 1 atau 2 detik saja dan dalam metode ini bertujuan untuk membunuh semua mikroorganisme.

Tujuan Madu Dipasteurisasi

Madu dipasteurisasi dengan tujuan membunuh mikroorganisme bukan bakteri di dalamnya, karena madu bersifat antibakteri, enzim dimatikan sehingga tidak akan menghasilkan gas dan buih dari madu. Kandungan enzim di dalam madu bekerja dalam proses menghasilkan gas dan buih pada madu, dan ketika enzim di dalam madu dimatikan maka madu tidak akan mengeluarkan gas dan buih.

Ketika hidup dan berada pada persentase kadar air madu yang tepat, maka akan terus menerus menghasilkan gas dan buih. Madu harus sering dibuka tutupnya agar mengurangi gas dan buih di dalamnya. Gas akan keluar bersama dengan saat tutup botol dibuka sehingga akan menekan tutup botol dan terlompat keluar. Pada kasus tutup botol yang tipis pada madu akan menenkan botol hingga botol meledak.

Kerja Enzim Dalam Madu

Enzim bekerja di dalam madu untuk menghasilkan gas dan buih yang biasa terdapat didalam madu, seperti berikut ini:

  1. Madu berada pada suhu 29OC atau lebih akan membuat enzim bekerja lebih cepat dalam menghasilkan gas dan buih.
  2. Madu yang memiliki kadar air di atas 22% membuat enzim cepat dalam bekerja menghasilkan gas dan buih.
  3. Terdapat banyak goncangan sewaktu pendistribusian madu membuat enzim bekerja cepat dalam menghasilkan gas dan buih.
Enzim Tidak Bekerja Dalam Madu

Enzim tidak bekerja menghasilkan gas dan buih pada madu yang memiliki kadar air di bawah 17% dan rata-rata hasil madu Indonesia memiliki kadar air 21% – 28% sehingga hampir semua madu Indonesia mengeluarkan gas dan buih.

Banyaknya gas dan buih tergantung pada kandungan air yang terdapat di dalam madu tersebut, madu yang memiliki kandungan kadar air tinggi akan mengeluarkan gas dan buih sedangkan madu yang memiliki kadar air rendah akan mengeluarkan sedikit gas dan buih.

Madu yang memiliki kandungan kadar air 17% ke bawah sama sekali tidak akan mengeluarkan gas dan buih. Maka tidak benar jika madu yang mengeluarkan gas dan buih merupakan madu yang jelek.

Jenis Madu Yang Bergas Indonesia

Negara Indonesia dengan kelembapan udara tinggi yaitu 80RM karena termasuk negara maritime dan zamrud khatulistiwa, menghasilkan madu yang pasti mengeluarkan gas dan buih. Bedanya terdapat pada sumber madu di pohon dengan sedikit gas dan ada yang banyak. Madu yang berasal dari luar negeri yang tidak akan mengeluarkan gas, caranya bukalah tutup botol selama 2 hari maka madu akan mengeluarkan gas dan buih karena terpapar udara Indonesia yang lembab.

Keunggulan Madu Pasteurisasi

Madu dipasteurisasi dengan maksud memberikan manfaat madu yang besar hingga sampai ke tangan konsumen, seperti berikut:

  1. Produsen madu melakukan proses pemanasan atau proses pasteurisasi madu untuk tujuan meminimalisir kerugian dan memperbesar keuntungan dalam proses mendistribusikan produk madunya ke pasaran atau minimarker dan apotik.
  2. Sebuah pabrik harus memperhitungkan kerugian yang akan di dapt saat madu meledak atau meletup dan tutup botolnya terbuka.
  3. Dengan pasteurisasi, madu dapat disimpan dalam waktu lama dan dibawa tanpa beresiko meledak atau meletup serta timbul gas.
  4. Kadar air yang tinggi di dalam madu yang tampak kental setelah mengalami proses pasteurisasi.
  5. Pabrik meminimalisir sebuah perhitungan jika 1 dari satu lusin botol madunya meledak atau meletup, maka akan banyak kerugian saat sekali mendistribusi dalam jumlah besar.
Efek Samping Madu Pasteurisasi

Efek samping dari pasteurisasi pada madu adalah matinya berbagai macam enzim yang berguna di dalam madu. Madu yang dipasteurisasi memiliki kandungan gizi dan vitamin yang sedikit atau bahkan tidak memiliki kandungan gizi dan vitamin yang seharusnya terdapat pada madu.

Madu Pasteurisasi Bagi Bayi

Madu dipasteurisasi agar dapat dikonsumsi oleh bayi berumur satu tahun ke bawah yang memiliki usus yang masih rentan terhadap barang asing, oleh karena itu madu dimatikan enzimnya agar dapat dikonsumsi oleh sang bayi. Dengan tumbuh kembang bayi, yang berumur satu tahun, bayi sudah dapat mengkonsumsi madu alami atau raw honey.

Cara Mengetahui Madu Pasteurisasi atau Bukan

Cara mengetahui madu yang dikonsumsi telah melalui proses pasteurisasi atau belum dengan menguji kandungan HMF pada madu di laboratorium. Uji lab ini sangat murah dan dapat dijadikan indicator  madu telah mengalami proses pasteurisasi atau tidak.

Mengacu pada standar SNI 2004 mengenai madu, madu seharusnya memiliki kadar HMF dibawah 50 mg/ kg, semakin rendah HMF yang dimiliki oleh madu maka semakin bagus madu tersebut. Madu yang telah melalui proses pateurisasi atau ditambahkan zat kimia atau gula buatan. 

Madu pasteurisasi memiliki tujuan mengurangi kerugian madu meledak atau meletup bagi pabrik saat mendistribusikan madu ke pasaran. Namun bagi konsumen madu pasteurisasi mendapat keuntungan dapat memberikan madu kepada bayi yang masih di bawah satu tahun. Walaupun beberapa enzim mati atau sudah hilang dari madu, kandungan zat atau senyawa lain masih lengkap dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Bagikan informasi tentang Madu Pasteurisasi Aman Untuk Bayi? Tidak Akibatkan Botulinum kepada teman atau kerabat Anda.

Madu Pasteurisasi Aman Untuk Bayi? Tidak Akibatkan Botulinum | Madu Asli

4,004 komentar untuk Madu Pasteurisasi Aman Untuk Bayi? Tidak Akibatkan Botulinum