Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Raisa
● online
Raisa
● online
Halo, perkenalkan saya Raisa
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Queen Honey Petani Dan Penjual Madu Asli Hutan Murni 100% Garansi

Beranda » Blog » Klasifikasi Lebah Madu Ternyata Mirip Manusia

Klasifikasi Lebah Madu Ternyata Mirip Manusia

Diposting pada 24 March 2018 oleh Madu Asli / Dilihat: 1.743 kali

Klasifikasi lebah madu yang termasuk dalam serangga sosial hidup dalam suatu keluarga besar yang disebut koloni, biasanya hidup dalam satu sarang. Ciri-ciri hidup sosial ini justru berbeda dengan jenis serangga lain yang lebih suka hidup sendiri atau jenis serangga soliter. 

Pembagian Klasifikasi Lebah Madu

Klasifikasi lebah madu hutan asli atau dengan nama latinnya Apis cerana Lin hidup secara berkoloni dengan membentuk sarang sebagai tempat tinggal bersama. Sel sarang lebah berbentuk segi enam atau heksagonal dengan jumlah anggota dalam koloni sarang lebah sekitar 10.000-50.000 ekor lebah dan terdiri dari tiga kasta.

Lebah madu atau nama lainnya Apis cerana ini memiliki tiga karakter yang menentukan kelestarian pada koloninya yaitu produktivitas, prilaku hijrah, dan agresivitas. 

Siklus Hidup Lebah Madu

Lebah dimanapun termasuk di Indonesia akan mengalami metamorphosis lengkap, atau holometabola baik itu jenis lebah madu atau dengan nama latin apis cerana, lebah hitam, lebah hutan, lebah dengan habitat di kayu atau pun lebah tanah.  Sehingga lebah memiliki empat periode yang berlainan dalam hidupnya.

  1. Telur yang dihasilkan oleh ratu lebah akan menetas dalam beberapa hari.
  2. Larva dihasilkan dari telur yang menetas akan menjadi larva dan larva mendapat makan dari lebah pekerja berupa serbuk sari, nektar, serta madu.
  3. Pupa atau kepompong setelah beberapa hari larva akan berubah menjadi pupa atau kepompong dan menjadi anak lebah.
  4. Imago atau lebah dewasa setelah 20 hari lebah akan berubah menjadi lebah dewasa dan memiliki tugasnya masing-masing.

klasifikasi lebah madu

Pembagian Tugas Lebah Pekerja

Pembagian tugas lebah pekerja dalam lima periode yang berbeda atau berlainan sesuai dengan usia lebah dalam hidupnya.

  1. Cleaning worker

Lebah pekerja umumnya yang memiliki umur 1-2 hari bertugas membersihkan sel-sel anakan.

  1. Tending atau nurse

Lebah pekerja yang berumur 3-9 hari dan memiliki kelenjar hipofaring yang berkembang, bertugas khusus merawat larva dan menyuapi larva yang berumur 1-3 hari dengan royal jelly dan larva yang berumur lebuh dari 3 hari dikasih makan bee bread yaitu campuran pollen dan madu.

  1. Construction

Lebah pekerja yang berumur 10-16 hari, pada umur 10 hari lebah akan melakukan terbang pertama di dekat sarang lebah, kelenjar malam dalam abdomennya berkembang menghasilkan malam yang dipakai untuk membuat sarang. Pada hari ke 12 lebah pekerja berhenti makan dan bertugas membuat sisiran dalam sarang lebah.

  1. Guarding the hive

Lebah pekerja yang berumur 17-20 hari, kelenjar penyengatnya berkembang dan menghasilkan fonom, lebah ini bertugas menjadi penjaga sarang. Aroma sarang lebah menjadi factor penting bagi lebah untuk mengenali koloninya. Lebah mati setelah 2 hari sengatnya digunakan untuk menyengat.

  1. Foroging

Lebah pekerja berusia 21 hari bertugas mengumpulkan makanan seperti nectar, pollen, propolis, dan air. Pollen yang dikumpulkan akan diubah menjadi bee pollen dengan tambahan nectar dan enzim kemudian akan di simpan dalam sel polen dalam sarang. Dalam sehari lebah pekerja akan mengambil nectar dari 100-150 bunga, dengan kapasitas perut madu 50 mm, ini adalah tugas yang paling berbahaya karena akan menghadapi musuh alami seperti laba-laba, capung, dan belalang. 

System Kasta Dalam Koloni Lebah

Klasifikasi lebah ini berlaku pada semua koloni lebah dimanapun, seperti klasifikasi lebah hitam, klasifikasi lebah madu apis cerana, klasifikasi lebah madu kayu, dan klasifikasi lebah madu hutan dsb. System klasifikasi dalam koloni sarang lebah terdiri dari ratu lebah, lebah pekerja, dan lebah jantan. Ketiga klasifikasi tersebut memiliki tugas-tugas sendiri.

  1. Ratu lebah

Setiap koloni sarang lebah memiliki satu ratu lebah yang merupakan betina fertile dan sempurna, secara fisik ratu lebah memiliki bentuk badan yang oval dan ukuran tubuhnya lebih panjang dari pada lebah pekerja dan lebah pejantan.

Lebah ratu memiliki sayap hanya setengah dari abdomennya, kakinya panjang dan tidak memiliki pollen basket serta memiliki alat penyengat yang dapat mematikan, ratu lebah berfungsi untuk bertelur dan melestarikan koloni sarang lebah, ratu lebah akan kawin pada umur 7 hari dan yang mejadi keunikannya ratu lebah kawin dengan cara terbang selama kurang lebih 30 menit.

Spermateka pada ratu lebah digunakan untuk menyimpan sperma, jika sperma cukup banyak, ratu lebah akan bertelur sekitas 2 sampai 3 tahun atau produksi telur fertile, setelah 3 tahun tersebut ratu lebah akan memproduksi telur fertile akan menurun yang ditandai dengan banyaknya telur infertile yang akan menjadi lebah jantan, dalam keadaan normal seekor ratu lebah akan bertelur sekitar 500 telur perhari.

  1. Lebah pekerja

Lebah pekerja dalam satu koloni sarang madu lebah dapat berjulah 60.000 ekor lebih, lebah pekerja merupakan lebah betina steril yang tidak sempurna karena organ reproduksinya mereduksi. Lebah pekerja memiliki ukuran tubuh yang paling kecil di dalam koloni sarang lebah, dengan ukuran sayap lebah yang tidak terlalu besar.

Lebah pekerja memiliki tiga pasang kaki yang mengalami modifikasi untuk mengangkut pollen, kaki depan dan tengah untuk mengumpulkan pollen dari tubuh lebah dan kaki belangkang lebah pekerja sebagai pollen basket.

Lebah pekerja juga memiliki alat penyengat yang digunakan untuk melindungi diri pada saat terancam. Spesies lebah pekerja memiliki ciri-ciri terdapat kelenjar malam dan kelenjar nasonov, lebah pekerja juga memiliki fungsi bertugas membersihkan sarang lebah madu, merawat larva, menyuapi lebah ratu dan lebah jantan, membuat madu, membangun sisiran, membuat sirkulasi udara, menjaga sarang, dan mencari juga menyimpan makanan.

  1. Lebah jantan

Klasifikasi lebah madu berikutnya adalah lebah jantan, lebah ini berkembang dari telur yang tidak dibuahi, jumlahnya hanya beberapa ratus saja dalam satu sarang lebah, ukuran tubuh lebah jantan lebih besar dari lebah pekerja. Memiliki warna tubuh lebih gelap dan tidak memiliki alat penyengat serta tidak memiliki organ mengumpulkan pollen atau nectar.

Sayapnya panjang hamper menutupi abdomennya, jenis lebah ini bertugas hanya mengawini ratu lebah seumur hidupnya, karena jika setelah mengawini ratu lebah jantan akan mati. Dan jika lebah jantan yang tidak berhasil mengawini ratu lebah, otomasis dalam waktu 4 minggu akan dibunuh oleh lebah pekerja, lebah jantan tidak pernah keluar dari sarang, umurnya dapat mencapai 60 hari dan hanya mendapat makan dari lebah pekerja.

Mengenai klasifikasi lebah madu kehidupan koloni lebah, yang memiliki system pembagian tugas sesuai dengan kastanya yaitu ratu lebah, lebah pekerja dan lebah jantan. Masing-masing jenis lebah memiliki tugas yang harus di lakukan setiap hari demi kelangsungan hidup koloninya, lebah pekerjalah yang berperan besar dalam menghasilkan madu.

Diposting oleh

Bahan madu asli yang alami yang berbentuk cairan berwarna kuning keemasan ini dihasilkan oleh berbagai jenis tanaman berbunga yang kemudian dikumpulkan dan diolah secara alami oleh lebah. Ada lebih dari satu alasan yang membuat madu menjadi salah satu bahan alami paling disukai jutaan orang dari seluruh dunia. Di berbagai belahan dunia manapun, madu selalu kerap digunakan sebagai bahan makanan dan minuman.

Klasifikasi Lebah Madu Ternyata Mirip Manusia

Klasifikasi Lebah Madu Ternyata Mirip Manusia

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: