Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Raisa
● online
Raisa
● online
Halo, perkenalkan saya Raisa
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Queen Honey Petani Dan Penjual Madu Asli Hutan Murni 100% Garansi

Beranda » Blog » Hambat Jamur! Antimikroba Dalam Madu Efektif Lindungi Tubuh

Hambat Jamur! Antimikroba Dalam Madu Efektif Lindungi Tubuh

Diposting pada 7 April 2018 oleh Madu Asli / Dilihat: 1.096 kali

Antimikroba dalam madu efektif dapat membunuh dan menghambat jamur dengan kandungan glukosa, fruktosa, hydrogen peroksidan, pH asam yang tidak mendukung jamur tumbuh pada kondisi, serta nutrisi dan gizi pada madu membuat tubuh semakin kebal terhadap jamur.

Zat Antimikroba Dalam Madu

Antimikroba dalam madu merupakan senyawa yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang dapat bersifat membunuh mikroorganisme atau microbicidal atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme atau microbiostatic.

Dalam dunia industry pangan zat antimikroba digunakan dalam teknik pengawetan makanan, karena makanan dan minuman mengalami kerusakan karena aktivita mikroorganisme, yang selain menyebabkan kerusakan juga dapat menghasilkan toksin yang mengakibatkan keracunan.

Antimikroba dalam madu

Antimikroba Dalam Madu Memiliki Mekanisme

Cara kerja antimikroba dalam madu terhadap tubuh yang memerlukan

  1. Antimikroba bekerja pada area yang mengganggu metabolisme sel mikroba
  2. Antimikroba bekerja pada area yang menghambat sintesis sensing sel mikroba
  3. Antimikroba bekerja pada area yang mengganggu permeabilitas membrane sel mikroba
  4. Antimikroba bekerja pada area yang menghambat sintetsis protein sel mikroba
  5. Antimikroba bekerja pada area yang menghambat sintetsis atau merusak asam nukleat sel mikroba.

Penelitian Tentang Antimikroba Pada Madu

Penelitian terhadap aktivitas antimikorba yang dihasilkan atau terkandung dalam madu lebah asli telah dilakukan beberapa ahli oleh beberapa Negara, berikut hasil penelitian kandungan antimikroba pada madu.

  1. Peter Molan University Waikato Hamilton New Zealand tahun 1992 meneliti tentang sifat antimikroba pada madu sebagai terapi infeksi luka, mastitis, gastroenteritis dan tinea.
  2. Sarah J Griffin University California tahun 2003 meneliti efek inhibisi madu terhadap pertumbuhan Eschericia coli, Bacillus subtillis, Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumonia dan Proteus mirabillis secara invitro.
  3. Osman, Mansour dan El Hakim dari University Al Azhar Kairo tahun 2003 meneliti tentang feek madu kompleks sebagai antimikroba terhadap Klebsiella pneumonia, Proteus mirabillis, Pseudomonas aeruginosa dan Candida albicans.
  4. Stefan Bogdanov dari Swiss Bee Research centre Switzerland tahun 1997 meneliti tentang subtansi anti mikroba pada madu.
  5. Universitas Barwijaya melakukan penellitian tentang efektivita madu lokal sebagai antimikroba terhadap pseudomonas aeruginosa, Eschericia coli, Klesiella pneumonia coagulase negative staphylococcus dan candida albicans yang mana bakteri dan jamur tersebut sering menyebabkan infeksi.

Baca: Hidrogen Peroksida Bantu Antibakteri Dalam Madu Lawan Jamur

Sumber Kandungan Antimikroba Pada Madu

Kandungan antimikroba pada madu di dapatkan dari beberapa jenis nutrisi yang terdapat pada madu, antara lain:

  1. Kandungan glukosa dan fruktosa madu yang sangat tinggi yang menyebabkan larutan sangat hipertonis bila dibandingkan ddengan lingkkungan di dalam tubuh salmonella typhi, sifat tersebut akan menyebabkan lisisnya bakteri akibat dehidrasi yang berat karena efek
  2. Kandungan pH madu yang bersifat asam berkisar antara 3,2 – 4,5 yang akan menghambat metabolisme bakteri salmonella typhi dengan terhambatnya metabolisme bakteri menyebabkan bakteri mudah mengalami lisis sehingga akhirnya dapat menghambat pertumbuhan bakteri salmonella typhi, sedangkan untuk berkembang biak membutuhkan pH 6-8.
  3. Kandungan hydrogen peroksida yang bersifat sitotoksik bagi sel bakteri, proses antimikroba dari hydrogen peroksida karena kamampuan pengoksidasian serta formasi radikal bebas hidroksil yang lebih toksik dari peroksida sehingga memudahkan terjadinya kerusakan sel-sel bakteri.
  4. Kandungan nutrisi dan gizi yang terdapat dalam madu sehingga mampu meningkatkan imunitas tubuh apabila digunakan secara in vivo. Madu banyak mengandung vitamin B2, B3, B6, C, K, karoten, biotin, dan lain-lain, yang dapat meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi bakteri.

Baca: Anak Susah Makan? Coba Tips Madu Menambah Nafsu Makan Anak Ini

Efek Antimikroba Dalam Madu Pada Salmonella Typhi

Berikut efektivitas kerja antimikroba pada madu terhadap jenis bakteri salmonella typhi:

  1. Madu terbukti efektif sebagai antimikroba terhadap serangan bakteri salmonella typhi.
  2. Semakin tinggi konsentrasi madu, maka semakin rendah pertumbuhan koloni salmonella typhi.
  3. Kadar penghambat minimal larutan madu tidak dapat ditentukan karena suspense larutan madu sudah bersifat keruh sedangkan kadar pembunuh minimal larutan madu terhadap pertumbuhan bakteri salmonella typhi adalah konsentrasi 18%.
Rempah-rempah Yang Mengandunng Zat Antimokroba

Selain madu yang meiliki zat antimikroba terdapat pada bahan rempah-rempah yang dapat ditemukan dan dijadikan sebagai bahan campuran atau tambahan untuk madu dalam menghambat mikroorganisme tumbuh dalam tubuh.

  1. Komponen antimikroba pada cengkeh adalah euganol (C10H12O2) yang merupakan turunan guaiakol yang mendapat tambahan rantai alil dikenal dengan nama IUPAC 2 metoksi-4-(2-propenil) fenol. Euganol efektif untuk meghambat bakteri jenis E. Coli 0157117, S. Aureus, Khamir dan Acinobakter. Dosis euganol yang dibutuhkan untuk menghambat mikroorganisme adalah 500 pg/ ml.
  2. Bawang putih. Komponen antimikroba pada bawang putih adalah alicin yang memiliki aktivitas sebagai antimikroba berbentuk cairan dengan bau yang khas. Mikroorganisme yang dihambat oleh allicin ini adalah salmonella typhi. shigella dhisenteriae, jamur dan khamir. Dosis yang diperbolehkan sebagai antimikroba adalah sekitar 3.6 hingga 5,4 mg per hari.
  3. Merica memiliki kemampuan dalam menghambat jamur dan bakteri, antimikroba yang berperan dalam merica adalah capsiasin yang merupakan komponen aktif dominan yang berperan terhadap aktivitas antimikroba Dosis yang diperlukan untuk menghambat mikroorganisme yaitu sebesar 125 pg/ ml.
  4. Komponen mustard yang dimanfaatkan sebagai antimikroba adalah ally isothiosianat yang memiliki kemampuan menghambat jamur dan khamir serta mikroorganisme jenis bakteri E. Colli, pseudomonas, S, Aureus.
  5. Komponen antimikroba pada jahe yaitu gingerone dan gingerol yang merupakan senyawa dominan yang memiliki peran dalam menghambat bakteri pathogen terutama S, aureus dan B, cereus dengan dosis yang dibutuhkan untuk menghambat mikroorganisme sebesar 2000pg/ ml.
  6. Sage memiliki sifat antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme yaitu borneol yang merupakan senyawa organic bisiklik dan terpena. Borneol mudah dioksidasi oleh ketone kapur barus. Antimikroba dalam borneol dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme jenis bakteri seperti s. aureus dan B. cereus.
  7. Rosemery memiliki antimikroba yang disebut dengan thymol yang bernama 2-isopropyl-5-methylphenolatau (IPMP) yaitu suatu monoterpene zat asam karbol alami yang derivative cymene, C10H14O, isomeric dengan carvarol yang ditemukan dalam tumbuhan. Thymol dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme jenis bakteri yaitu S. aureus dan B sereus.
  8. Komponen antimikroba dalam thyme adalah thymol, isoborneol, dan carvarol yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme diantaranya V. pahemelyticus, S. aureus dan aspergilus.

Antimikroba dalam madu sangat terbukti bekerja dalam menghambat dan membunuh bakteri dan jamur yang dapat merugikan tubuh. Kandungan hydrogen peroksida, glukosa dan fruktosa serta pH asam madu yang tidak cocok untuk tempat berkembang jamur. Tingginya nutrisi dan gizi pada madu membuat tubuh menjadi kebal terhadap serangan jamur. Baca juga madu mengatasi stress.

Diposting oleh

Bahan madu asli yang alami yang berbentuk cairan berwarna kuning keemasan ini dihasilkan oleh berbagai jenis tanaman berbunga yang kemudian dikumpulkan dan diolah secara alami oleh lebah. Ada lebih dari satu alasan yang membuat madu menjadi salah satu bahan alami paling disukai jutaan orang dari seluruh dunia. Di berbagai belahan dunia manapun, madu selalu kerap digunakan sebagai bahan makanan dan minuman.

Hambat Jamur! Antimikroba Dalam Madu Efektif Lindungi Tubuh

Hambat Jamur! Antimikroba Dalam Madu Efektif Lindungi Tubuh

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: